Antara Hati(nafsu) dan Pikiran


Suatu pilihan yang terkadang kita merasakan kebimbangan dalam memilihnya, entah itu jodoh, rezeki atau bahkan jalan hidup atau nasib kita.

dua prinsip yang harus dipegang dalam menentukan pilihan-pilihan yang sering menggangu diri kita yaitu tujuan kita memilih dan penataan atau formasi dalam kita memilih.

Aku akan coba memberikan suatu pengalamanku dalam memilih sesuatu.

Yang pertama adalah tujuan kita dalam memilih. Sering kali teman-teman kita memilih suatu tanpa memikirkan tujuan pilihannya, untuk apa dan bagaimana efek setelah itu? Kesalahan tujuan ini yang akan mengakibatkan kesia-siaan pilihan kita.

Aku pernah mengalami kasus tersebut. Suatu hari aku pernah dibingungkan dalam persoalan pasangan, aku pernah membayangkan bahwa orang berpacaran itu mengasikan dan yang penting kita bisa senang dalam menjalin hubungan itu, tapi semua itu salah adanya. Menurutku pacaran itu bukan hal yang membuat kita mengasikan, justru dalam berpacaran kita sangat tersiksa antara batin dan pikiran. Kenapa begitu? Lihatlah, kebanyakan orang berpacaran hanya untuk kepuasan nafsu saja, tidak memikirkan efek-efek setelah itu. Banyak anak tanpa bapak, banyak janin yang gugur dan banyak sekali efek-efek karena nafsu kita. Dan yang lebih beratnya adalah pertanggungjawaban kita pada yang Kuasa. Mungkin dalam benak pembaca akan bertanya, apa sih sebenarnya tujuan kita berpacaran?

Tujuan kita adalah ta’aruf, proses pengenalan diri pada pasangan kita. Kita selami apa yang ada dalam diri pasangan kita, kita kenali orang-orang yang ada dalam lingkungannya, kita kenali sifatnya dan kita nilai dari segi manfaat dan mudhorotnya.

Terus, aku pernah dibingungkan dalam persoalan rezeki. Aku pernah mendapat uang yang cukup berlimpah, aku dibingungkan karena uang yang begitu banyaknya, untuk apa dan akan aku bagaimanakan uang ini? Sungguh kacau waktu itu, aku membili suatu barang yang jelas tak ada gunanya waktu itu, sementara masih banyak yang aku butuhkan dan manfaatkan semua itu, dan masih banyak lagi pengalamanku yang sia-sia.

Yang terpenting tujuan kita melakuakan sesuatu hanya semua karena perintah Allah.

Yang kedua adalah penataan formasi dalam kita memilih. Kita diciptakan dalam keadaan yang sempurna, kita punya hati dan fikiran. Hati dan fikiran terkadang selalu bertolak belakang, tetapi dibalik semua itu terdapat sesuatu dimana kita sering terjebak dalam penggunaannya.

Hati cenderung pada hal-hal yang berpotensi pada nafsu pada diri kita. Misal, kita di suatu toko untuk memilih barang, hati kita berkata,”ini bagus lho, ini cocok lho, ini murah lho”. Nah, dari situlah hati tak memikirkan apa yang terjadi bahwa keadaan barang itu seperti apa? hanya kepuasan dan kenafsuan sesaat saja.

Berbeda dengan fikiran kita, coba kita memelih suatu barang dengan fikiran kita, pasti kita memikirkan dengan sangat jeli, bagaimana keadaan barang itu dan lain sebagainya

Selanjutnya bagaimana penggunaan hati dan fikiran itu. Dari contoh di atas kita setidaknya bisa mengerti cara menggunakannya. Jangan pernah terbalik penggunaan antara hati dan pikiran, sebab ini akan fatal akibatnya. Jika seseorang menggunakan hatinya terlebih dahulu untuk memilih sesuatu, dia akan menyesal, karena nafsu di kedepankan dari pada pemikiran yang logis. Kita bisa mengambil contoh yang sangat nyata, yaitu kasus kehamilan diluar nikah. Pada awalnya mereka yang berbuat tidak memikirkan terlebih dahulu apa yang akan terjadi setelah melakuakan perbuatan itu, yang ada mereka hanya mementingkan nafsu sesaat mereka. Maka hati-hatilah dalam menggunakan hati dan pikiran kita.

Hati cenderung berlari kepada nafsu dan pikiran sangat dominan untuk menyeleksi atau bahan pengontrol supaya apa yang kita lihat, yang kita rasakan tertata baik dalam hati.

Gunakan pikiran yang jernih, rasional dan logis untuk memilih atau memutuskan sesuatu, jangan pernah mengedepankan hati atau nafsu kita karena nafsu hanya akan mendapatkan kenikmatan sesaat dan akan memperoleh penyesalan kemudian.

About these ads

~ oleh cahwagu pada Agustus 21, 2010.

Satu Tanggapan to “Antara Hati(nafsu) dan Pikiran”

  1. apik mas….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: