Untukmu
hujan…
kau membawa butiran air berirama
kau selalu mengingatkanku pada satu perjalanan cinta…
kau yang mengukir kenangan kenangan manis
dan pahatan terindah di dinding-dinding sanubariku
Tiap kali rindu menghinggapi benak fikirku
seperti rengkuhan temaram malam yang menyusup kebilik-bilik terkunci
Hanya namamu yang kuteriakkan kuat-kuat
walau habis suara ini menjerit, walau tenggorokan kian kering berkerak
Aku rela menggugurkan air mata demi melihat engkau tersenyum bahagia
karena kutahu senyummu untuk diriku
walau nyatanya engkau bercanda dengan yang lain
Walau aku tak bisa menjagamu,
namun hatiku akan tetap dan selalu terjaga untukmu,
rindu yang aku punya abadi untukmu,
ku ukir indah dengan namamu dilatar hatiku
Disini…
aku akan terus menanti
karena inilah keindahan rinduku untukmu
walau mungkin tak dapat engkau rasakan sendiri
dan inilah wujudku dalam keseharianku
aku lemas tanpa ada yang bisa menggugah semangatku
hanya coretan-coretan ini lah yang dapat merebahkan rindu ini
